Monday, June 27, 2005

Jangan buat aku resah

Aku dibatas kegamangan
dan bertutur pada ketidaktahuan
dan bersandar pada keraguan
dan terdiam pada sebuah pertanyaan

kau, yang memilih aku dengan do'a
(katamu pada malam detik pertengahan)
Aku, yang berkeyakinan dengan jawaban dari seribu permohonan
(yang terulang)
dan yang terlelap dalam alunan kecintaan
dan yang terlelap dalam dekapan selimut kasmaran

lalu......
dimana cara bicaranya malam pada kesunyian
dimana cara bicaranya keheningan pada kehampaan
dimana cara bicaranya kekosongan pada kekosongan
(dimana cara bicaramu padaku)

...................................................

Jangan buat aku resah mencintaimu





(WA/11 14:30 270605
selepas malam kemarin, selepas bicara

kita harus tau bagaimana cara
bersikap, bertindak pada saat sepeti apa
pada situasi yang bagaimana
dalam lingkungan yang mana
dan pada saat siapa yang dekat dengan kita)

Wednesday, June 15, 2005

Ini Hidup

Percakapanku dengannya,
ditemani senja.
--------------------------------------
Hidup itu penuh kejaiban
hidup sendiri adalah keajaiban

saat aku bermimpi dan menjelma
...........keajaiban..............

saat aku memohon dan terijabah
...........keajaiban..............

saat aku merasa sesak
dan kau datang.........
............keajaiban..............


saat ini aku menanti keajaiban
untuk kesekian ribu kalinya
dan suatu keajaiban
ketika aku mampu bertahan dalam ribuan detik
penantian sebuah keajaiban


------------------------------------------------

(triiing.......tongkat kejaiban berputar
dan triiiiing.......
WA 17:15 160405)
Wayan pun sebuah keajaiban :D
Luv u

Monday, May 30, 2005

Bertemu dengan Kekasih

Malam tadi,...
Ku bertemu dengan Kekasihku
hadir dalam gumpalan awan.......
yang menjelma menjadi wajah penuh kehangatan

Kiranya momentum bintang
membuyarkan debu-debu kosmik........
maha dasyat....................
bergumul dalam lingkaran jagat raya

perlahan.........membentuk wajah kekasih

Terpaku dalam -dalam
Sungguh indah wajah yang yang kupandang......
putih......
beralih menjadi kuning keemasan bersemburat merah

bergerak......... mengelilingi jagat raya
aku masih tercengang akan keajaiban yang tergambar
Puji-pujian bagi-Mu.....ya......Kekasihku

dan aku.................

merasa sangat tidak berdaya..............



- Ya Rabb.........
Mohon ampun atas segala salah dan khilaf
Izinkan aku untuk tetap di jalan-Mu
wahai Kekasiku

mimpiku menjelang pertemuan denganmu
dalam sepertiga malam akhir

300505/15:00

Tuesday, April 26, 2005

Ledak, Meledak

Tau rasanya kini?
seperti gunung yang bergemuruh
siap memuntahkan lahar dalam sekejap

Ya....
seperti aku,
dibatas akhir titik kesabaran




WA 11/17:30
aku ingin keluar dari kotak itu.....

Sunday, April 17, 2005

mengertilah

Kembalikan mimpi yang pernah kau curi........


(Malu) aku pinta mimpi yang dulu
(Marah) kembalikan
(Mohon) Jangan bawa mimpiku pergi
bila kau ingin pergi.....
pergilah, tapi jangan kau kerat mimpiku


Sayang,...........
pergilah....pergi.........
tidak ada ku pasung langkahmu
aku memang tidak bisa membaur dalam melodimu
pergilah.......
tidak akan ku paksa menjadi sempurna

tapi tinggalkan,
tinggalkan apa yang ku punya
jangan kau beranjak dengan mengikatnya

hanya itu yang kupunya......
sayang,...........
kembalikan mimpiku
(memelas)



aku sendiri,
bersatu bukan berarti melebur
tetap aku dan (kamu)
12:20/170405/11wa

Saturday, April 16, 2005

(........................)

Bidukku yang lelah....
ingin kah kau singgah?
atau tetap berlabuh


Waktu yang jenaka
melompat dari titik usia satu ke lainnya
Waktu yang mengabu
tetap melompat dari titik usia satu ke lainnya
Waktu yang membiru......
tetap melompat dari titik usia satu ke lainnya

Pilihan yang mana?.....
saat aku berhenti dari bagian

Aku ingin memilih diam.......
Aku ingin memilih berhenti
Aku memilih mati
(lelah...............)



WA 11-16:20/160405
dimana aku benarnya?

Wednesday, March 09, 2005

Tidak Ada

Hancur......Lebur......
Mengabu..................
Tertiup Angin
Dan aku?..............
Berarti tidak ada



11:40 WA 090305
reinkarnasi........


Takut

Sepertinya ingin menerkam....
bersiap dengan cengkram
dan aku?....

berlari tunggang langgang


WA/11:35/090305
ada malam disiang hari

Monday, March 07, 2005

Boleh Ku panggil Cinta? (Cinta Kepagian)

Boleh kau lirik siluet senja yang terpaku

Boleh kau baca lembaran koran yang ku tulis

Boleh kau tulis selarik nama pada kanvas yang ku gelar

Boleh kau sisipkan bait pada lagu yang kugubah

.....................

Boleh kah ku titipkan
keping rindu
syair kasmaran
yang kepagian

dan ku panggil kau cinta?





apakah ini saya?
.......story of Khanad
be4 lunch after call/ 11:15
WA lagi....11 lagi.....mon 070205

Wednesday, March 02, 2005

Masih Tentang Rindu

Tuhan,....
Dia menjerat dengan kuat pangkal hingga ujung kakiku
Aku tidak dapat bergerak
dan bahkan berlari
meninggalkan hasrat yang menggunung
yang mengepulkan asap kerinduan



(lagi dengerin lagu Kangen nya Dewa
di WA, setia di cube
14:55/020305/
Masih Khanad.....menembus pintu anomali)

Monday, February 28, 2005

(Sebenarnya Ini Rindu)

awan kerinduan
yang kan menjelma menjadi hujan kehampaan

karna kiranya kejoraku masih diujung siang

berharap dinginnya tidak menusuk ke sukma

hingga disini, masih dapat tersenyum menanti malam
dan bersanding dengan biasnya




ingat pada rembulan yang tersaput awan
dalam malam, dalam cengkrama
khanad, my wolrd is......
mon/16:20/280205, hanya ada aku di cube




Monday, February 14, 2005

Kutunggu Kau Mati

Aku ingin kau mati…
Sayang, cukup sudah kurasa peranmu
Sebagai pembunuh…….
Yang kubiarkan engkau memainkan panah beracunmu

Sayang,…..
Cukup, kukata, kau melepas busur racun
Yang hampir sempurna kau lesatkan
Yang hampir sempurna, kau curi dari ekor mataku
Yang hampir sempurna, kau mainkan dibelakangku
Pada saat kau katakan
“berbaliklah sayang, biar kukaitkan mahkota di kepalamu”

Aku, yang begitu tersanjung oleh kebusukanmu

Kau…….
Yang dengan senyuman menggali kuburku
Memintaku berjalan mundur
Mengharapku terjerebab…..
Mengharapku terjatuh…..
Mengharap kau lesatkan panahmu……

Sayang,……
Permainan bodoh……
Kau boleh tertawa sekarang
Tertawalah sepuasmu
Tertawalah sebelum kau menyadari
Kau menggali kuburmu sendiri……

Aku tidak sebodoh yang kau kira
Sayang…….
Sadarlah………..

Permainan telah usai……..
Pada saat ku mati, mengalirkan darah segar karenamu
Bersimpuh dikakimu
Dan melantunkan bait terakhir nyanyian kasmaran

Sayang………
Kutunggu kau mati di depanku
Karena aku tidak mati untuk yang kedua

fuuuuh…………..
lenteraku telah padam




Depok, 11 February 2005
Trapesium 04:14 pm

Jangan Lelah Untukku

Aku......
Menjelma menjadi angin
yang hembuskan asa, belum kau sadari

Aku.....
Menjelma menjadi lilin
coba terangi, belum kau sadari

Aku.....
Menjelma menjadi batu
untuk bersandar, belum kau sadari

Aku.....
Menjelma jadi telaga
belum kau sadari......

Aku, hari ini dan nanti
menjelma menjadi apapun
hingga kau tersadar dan hilang lelah


(21:40)
menjelma menjadi udara
hingga jarak tidak tersekat
4 khanad
Trapesium/ 130205

Tuesday, February 01, 2005

sepertinya

sepertinya.... tidak ingin terlelap lagi
.......takut bermimpi

sepertinya....tidak ingin mengarungi biduk lautan
.......kelelahan

sepertinya... tidak ingin bersenandung lagi
......memerahkan telinga



sepertinya..........
.............................
...............................
..................................
......................................................................

ingin mati






God, at least i heard that news
masih di WA 15:22
for.......you.....

Tuesday, January 18, 2005


Yang terang dalam gelap. Yang menyerupai rajanya siang, tapi bukan. Yang seperti menyinari keseluruhan, tetapi tidak. Yang seperti.........dan hanya seperti Posted by Hello


yang semu, merah Posted by Hello

Mengikuti alunan sedari mulai terpecah hingga masih terserak. Kebodohan, setia dengan kehancuran, bercinta dengan kesakitan dan membiarkan jiwa tersekat dalam kotak kehitaman.

Resah yang terus mengembara, berlari dalam ribuan mil kegamangan, sebenarnya apa yang sedang dicari jiwa?.......sesuatu yang masih tertutup kabut dalam bangunan diatas tebing.

Yang terperangkap dalam kebisuan yang kini terbiasa dalam bisu. Adakah kalian dengar teriakan kata yang terlontar dari hati?.......tentu tidak dan itu caraku berkomunikasi, lalu?...... tidak akan pernah ada hubungan antar fikir apalagi hati.

Menghimpun kepingan..................dengan waktu sebagai teman





Kotak Sabun dan kotak-kotak lainnya
Wisma Antara 15:15 sampai selesai
di tumpukkan ke-11

Wednesday, January 05, 2005

Untuk Kekeasihku di Banda

Seribu kerja yang luluh pada kehendak-Nya

Maaf bila aku hanya terdiam raga
Memandang dari ujung pangkal ke ujung lain
Membisu....
Melihat kekasih yang menangis dalam pilu

Sajak cinta yang kutulis dalam ribuan mushaf
Ku layangkan ke surga
Ku titipkan untuk Dia
membawa namamu

..................
untuk kekasihku di Banda



Jan 3 '05 - 10:35 am
Teruntuk Nangroe ku Aceh
saat nanti bertemu......
dari ribuan mimpi yang tertanam jauh


Tuesday, December 28, 2004

Patah

Sayapku tak sekuat dulu
Ketika kali pertama aku terbang
melintas gurun
disiang menerjang

Sayapku tak sekuat dulu
Ketika kali pertama aku terbang
dalam badai di pertengahan malam
dikegelapan yang mencekam

Kekuatanku telah mematahkan ku.....
Keyakinanku telah menenggelamkan ku......

Aku kini hanya dengan sisa-sisa
mencoba kepakkan sayap, kembali
melintas padang
melintas malam



WA/ 11 floor - 11:22 am
281204
Raise me up

Wednesday, November 10, 2004

Senandung Malam

Ingin sejenak ku usik malammu

Hadir bersama gemerisik dedaun

Untaian cinta yang ku semat diantara kelam

Andainya engkau tak pernah menjelma

Tidak kan pernah ada senandung menggema






WA 11th 11:30
long....long....night.....